Mengurus paspor ??? Online aja…

Mendadak terbersit menulis tentang ini… tapi awalnya bingung juga,  karena tema blog saya kan tentang programming dan database…sementara yang saya tulis ini tidak ada hubungannya… tapi saya pakai aja jurus ngeles..ini kan bahas tentang system online, berarti teknologi informasi juga dong..haaaaaaa…..

 

Ide awalnya saat saya berpapasan dengan seorang teman dan dia bertanya   “mba, pernah ngurus paspor online ya?? katanya ga ribet.. caranya gimana, nanti diajarin ya??”.. langsung terpikir kenapa tidak saya tulis di blog pengalaman saya ini, siapa tau ada gunanya, bisa membantu orang lain yang kebetulan tidak bisa bertanya langsung sama saya…heeeeee…..secara sekarang kan banyak promo tiket murah ke luar negeri, banyak orang Indonesia berbondong – bondong memilih liburan diluar negeri dibanding didalam negeri dengan alasan liburan didalam negeri lebih mahal, padahal katanya ini ga bagus juga karena artinya pemborosan devisa…tapi ya sudahlah…

 

Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya mengurus paspor di kanim Jakarta Selatan, sedangkan untuk kanim yang laen saya tidak tau apakah sama prosesnya atau tidak.  Sedikit mengutip iklan di tv “buat apa bayar lebih mahal kalo ada yang murah?” itu yang jadi alasan saya membuat paspor online.  Berawal dari ajakan ibu bos untuk membuat paspor anak, tapi karena kesibukan yang tidak memungkinkan untuk mengurus paspor sendiri maka si ibu menggunakan jasa sedangkan saya memilih online dan ternyata biaya yang dikeluarkan pun jauh berbeda,  si ibu habis 800rb sementara saya cuma habis 260rb..hemat kan? Proses pengurusan paspornya pun tidak ribet, karena saya cukup datang sekali ke kanim dan waktunyapun bisa kita pilih sendiri..enak kan??…prosesnya kurang lebih seperti ini :

 

  1. Siapkan dokumen2 yang menjadi syarat untuk di scan. Jangan lupa scan-nya hitam putih ya, format jpg  dan ukurannya tidak boleh lebih dari 1,8 MB. Karena kemarin saya mengurus paspor anak, maka dokumen yang saya siapkan adalah :
    • Akta kelahiran
    • Kartu keluarga
    • Surat nikah
    • Paspor ayah / ibu
    • KTP ayah atau ibu
  2. Setelah dokumen siap, buka webnya di : http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp. Kalo mau lebih lengkap download petunjuknya disini.
  3. Pada hari yang dipilih saat mendaftar online, langsung aja datang ke kanim dengan membawa dokumen aslinya. Kalau bisa datang pagi ya, sebelum kanim buka karena antriannya panjang, kanim buka jam 8.00 WIB. Waktu itu saya datang jam 8.15 WIB, dan ternyata saya dapat antrian nomer 18…lumayan lama juga nunggunya.. Sampai di kanim langsung aja naik ke lantai 2, setelah ambil antrian, langsung aja datang ke koperasinya (lantai yang sama) untuk beli map dan formulir isian, tapi kita tidak perlu mengisinya lagi karena kita sudah isi waktu mendaftar online, cukup dimasukkan map saja (untuk paspor anak ditambah surat keterangan orang tua yang bisa di download disini, isi dan tempel materai)
    Tips : jika anak masih bayi sebaiknya anak datang ke kanim saat menjelang foto aja agar tidak terlalu lama menunggu
  4. Tunggu di panggil untuk cek berkas,  bayar, interview dan foto, selesai deh…pulang
  5. Datang lagi (bisa diwakilkan dengan surat kuasa) untuk ambil paspor sesuai  dengan hari yang diinfokan oleh petugas saat foto sebelumnya.

Simpel kan?